Langsung ke konten utama

Rasa Yang Ku Miliki


Rasa ini mulai menjelma
Haruskah aku mengungkapkannya ?

Tapi kau tidak  punya kepekaan rasa

Menjauh mugkin itu satu-satunya cara

Namun, apakah aku  bisa ?

 jika bayangmu mengusik jiwa


Berlari, aku mengejarmu tanpa kau sadari

Menangisi, kau tidak pernah peduli tentang rasa ini

Pergi, sebaiknya aku menjauh dan tidak mengusik hidupmu lagi

Menepi, melepas hadirmu di lubuk hati

Tapi terimakasih, kau telah membuatku mengerti

Jika cinta tak harus memiliki


Jangan perah menunjukan jika kau peduli

karena sebenarnya kau tidak pernah mengarti

Jika hati ini kutujukan padamu yang tidak bisa ku miliki


Tak perlu kau pertanyakan

kenapa aku tidak memilih bertahan

Atau mencoba untuk memperjuangkan

karena aku mengerti

Jika aku bukanlah  bunga yang kau harapkan

Hatimu telah kau sandarakan kepadanya yang lebih menawan

by. LiliWrites

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Secangkir Kopi Tubruk untuk Ayah

SECANGKIR KOPI TUBRUK UNTUK AYAH   Aku masih menatap awan yang mulai meredup sendu, perlahan demi perlahan berubah warna menjadi kelabu.   Alam seakan mengisyaratkan isi hatiku.   Hatiku yang dipenuhi oleh luka yang bergemuru. Saat air mata menetes membasai pipiku, seketika itu pula hujan mendarat menyamarkan dan melebur dengan tangisanku. Aku tidak peduli meski kini hujan telah menguyur sekujur   tubuhku dan membiarkan dingin melemahkan pertahananku. Langkahku semakin lunglai menelusuri setepak jalan yang aku sendiri nggak tahu kemana aku akan pergi. Sepinya jalanan dari   kendaraan   maupun orang yang lalu lalang membuatku bertanya-tanya. Akankah ada yang menolongku dari kehampaan ini ?? akankah ada yang melepaskanku dari luka dan rasa takut yang menjeratku selama ini ?? aku ingin melepaskan diri, berlari sejauh mana kaki ini membawaku pergi. Aku ingin pergi, menjauh dari pelampiasan semua kekesalan ayah. Aku ingin pergi agar terbebas dari ...

Pergilah...

Waktu bergulir tanpa henti Dan aku masih di sini Bersama bayangmu yang selalu menghampiri Sendiri Bagaimana aku bisa pergi  Mencari hati yang kau curi  Waktu bergulir tanpa henti Aku tak ingin seperti ini Menanti dirimu kan kembali Menanti dirimu yang tidak pasti Waktu bergulir tanpa henti Pantaskah aku menyebut namamu lagi Yang tak pernah bisa memahami Aku yang terluka ini Ku mohon cukup sampai di sini Bawa pergi buayan palsu yang pernah kau beri Karena aku tak ingin tersakiti lagi.

good news for readers

Assalamualaikum readers.... "Menjauh bukan berarti ingin pergi Tapi belajarlah untuk mengerti Jika cinta yang kau nanti Akan datang dengan sendiri Dan belajarlah untuk mencintai Sang Pemilik CINTA yang hakiki Sebelum kau tujukan cintamu pada hati yg belum tentu bisa kau miliki.. " Itulah ungkapan yang di tujukan Adit pada Aisyah yang tak lain adalah sosok wanita yang pernah menjadi sahabatnya.... Alhamdulillah Novel Jarak kini sudah bisa di order cara pemesanan bisa pc langsung sama penulis, melalui akun mail : lilifitriani.hafid43152038a1@gmail.com fb : lili fitriani hafid ig : @lili_fitriani.hafid pin bb :5e61cf25 syukron ... salam hangat dari penulis