Langsung ke konten utama

Maafkan Aku Ayah


Duluh aku adalah gadis kecilmu yang penuh tawa
Karena kasih sayangmu tiada tara
Peluh duka yang kau rasa
Kau tutupi dengan senyuman bahagia  agar aku tidak gunda


Ayah ......
Kini aku beranjak dewasa
Engkau masih berusaha membuatku bahagia
Melindungiku dari bahaya
Menghalau duka yang kurasa


Ayah......
Engkaulah cinta pertama saat aku mulai mengenal dunia
 Kerasnya didikanmu penuh makna
Membuatku tangguh menghadapi cobaan yang mengusik jiwa
Tapi apa basalan yang kau terima??
Mengukir senyum di wajahmu pun aku tak bisa


Ayah.......
Maafkan aku yang belum bisa membuatmu bahagia
Bahkan sering kali aku membuatmu kecewa
Ucapanku terkadang membuatmu terluka


Ayah.......
Maafkan aku yang terlalu banyak meminta
Tak pedululi lelah yang kau rasa
Untuk memenuhi keinginanku semata

Ayah sudah cukup aku membuatmu menderita
Semoga kelak aku bisa membuatmu bahagia
Dengan isin Allah yang maha Kuasa



Ayah.......
Kau adalah pahlawanku sepanjang masa
Pengorbananmu tidak akan pernah sirna
Aku menyayangimu hingga aku menutup mata 


by. LiliWrites

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Secangkir Kopi Tubruk untuk Ayah

SECANGKIR KOPI TUBRUK UNTUK AYAH   Aku masih menatap awan yang mulai meredup sendu, perlahan demi perlahan berubah warna menjadi kelabu.   Alam seakan mengisyaratkan isi hatiku.   Hatiku yang dipenuhi oleh luka yang bergemuru. Saat air mata menetes membasai pipiku, seketika itu pula hujan mendarat menyamarkan dan melebur dengan tangisanku. Aku tidak peduli meski kini hujan telah menguyur sekujur   tubuhku dan membiarkan dingin melemahkan pertahananku. Langkahku semakin lunglai menelusuri setepak jalan yang aku sendiri nggak tahu kemana aku akan pergi. Sepinya jalanan dari   kendaraan   maupun orang yang lalu lalang membuatku bertanya-tanya. Akankah ada yang menolongku dari kehampaan ini ?? akankah ada yang melepaskanku dari luka dan rasa takut yang menjeratku selama ini ?? aku ingin melepaskan diri, berlari sejauh mana kaki ini membawaku pergi. Aku ingin pergi, menjauh dari pelampiasan semua kekesalan ayah. Aku ingin pergi agar terbebas dari ...

Pergilah...

Waktu bergulir tanpa henti Dan aku masih di sini Bersama bayangmu yang selalu menghampiri Sendiri Bagaimana aku bisa pergi  Mencari hati yang kau curi  Waktu bergulir tanpa henti Aku tak ingin seperti ini Menanti dirimu kan kembali Menanti dirimu yang tidak pasti Waktu bergulir tanpa henti Pantaskah aku menyebut namamu lagi Yang tak pernah bisa memahami Aku yang terluka ini Ku mohon cukup sampai di sini Bawa pergi buayan palsu yang pernah kau beri Karena aku tak ingin tersakiti lagi.

Maafkan Aku yang Lalai Menjaga hati

Maaf kan aku yang lalai menjaga hati Sungguh, aku malu pada Hijabku Terlebih aku malu pada Rabbku. ku harap ku bisa menepiskan rasa ini Maaf kan aku yang lalai menjaga hati Yang telah lancang membiarkan cinta ini bersemi Yang telah lancang menjatuhkan hati padanya yg belum tentu bisa ku miliki Maaf kan Hambamu ini Duhai Illahi Rabbi Maafkan aku yang lalai menjaga hati Izinkan aku menyapanya dalam doa yang ku panjatkan di kala waktu Duha menghampiri Tanpa harus menyimpannya dalam hati yang membuat Cintaku pada Mu terbagi  Izinkan aku melupakannya hingga tiba waktunya Engkau menyatukan kami Dalam Ikatan Yang Engkau Ridhohi Lili Fitriani Hafid