Langsung ke konten utama

Bayangan


Bayangan

Aku melihatmu dibalik kabut hampa

Menyepamu dalam diam berusaha menyembunyikan rasa

Aku bahkan tidak tahu kamu siapa

Lantas mengapa bayangmu mengusik jiwa



Sesekali aku melihatmu di balik kejauhuan

Menyaksikan kau tertawa behagia

Aku menunduk menjatuhkan pandangan

Saat menemukan sepasang matamu yang mengarah padaku penuh tanya


Berulangkali aku berusaha mengenal sosokmu melalui sosial media

Tapi semakin membuatku bertanya

Siapa dirimu yang sebenarnya ??

Hingga mengubahku menjadi pengagum rahasia


Sesaat waktu memperemukan kita

Di tepi jalan tanpa pernah ku duga

Kau mengalun senyuman  tanpa tahu aku  ini siapa

Sekali, dua kali hingga bahkan berkali-kali aku  bertanya

Akan kah engkau memiliki rasa yang sama

Atau kah hadirmu hanya bayangan semu semata

Karya. Lili Fitriani Hafid

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Secangkir Kopi Tubruk untuk Ayah

SECANGKIR KOPI TUBRUK UNTUK AYAH   Aku masih menatap awan yang mulai meredup sendu, perlahan demi perlahan berubah warna menjadi kelabu.   Alam seakan mengisyaratkan isi hatiku.   Hatiku yang dipenuhi oleh luka yang bergemuru. Saat air mata menetes membasai pipiku, seketika itu pula hujan mendarat menyamarkan dan melebur dengan tangisanku. Aku tidak peduli meski kini hujan telah menguyur sekujur   tubuhku dan membiarkan dingin melemahkan pertahananku. Langkahku semakin lunglai menelusuri setepak jalan yang aku sendiri nggak tahu kemana aku akan pergi. Sepinya jalanan dari   kendaraan   maupun orang yang lalu lalang membuatku bertanya-tanya. Akankah ada yang menolongku dari kehampaan ini ?? akankah ada yang melepaskanku dari luka dan rasa takut yang menjeratku selama ini ?? aku ingin melepaskan diri, berlari sejauh mana kaki ini membawaku pergi. Aku ingin pergi, menjauh dari pelampiasan semua kekesalan ayah. Aku ingin pergi agar terbebas dari ...

Pergilah...

Waktu bergulir tanpa henti Dan aku masih di sini Bersama bayangmu yang selalu menghampiri Sendiri Bagaimana aku bisa pergi  Mencari hati yang kau curi  Waktu bergulir tanpa henti Aku tak ingin seperti ini Menanti dirimu kan kembali Menanti dirimu yang tidak pasti Waktu bergulir tanpa henti Pantaskah aku menyebut namamu lagi Yang tak pernah bisa memahami Aku yang terluka ini Ku mohon cukup sampai di sini Bawa pergi buayan palsu yang pernah kau beri Karena aku tak ingin tersakiti lagi.

good news for readers

Assalamualaikum readers.... "Menjauh bukan berarti ingin pergi Tapi belajarlah untuk mengerti Jika cinta yang kau nanti Akan datang dengan sendiri Dan belajarlah untuk mencintai Sang Pemilik CINTA yang hakiki Sebelum kau tujukan cintamu pada hati yg belum tentu bisa kau miliki.. " Itulah ungkapan yang di tujukan Adit pada Aisyah yang tak lain adalah sosok wanita yang pernah menjadi sahabatnya.... Alhamdulillah Novel Jarak kini sudah bisa di order cara pemesanan bisa pc langsung sama penulis, melalui akun mail : lilifitriani.hafid43152038a1@gmail.com fb : lili fitriani hafid ig : @lili_fitriani.hafid pin bb :5e61cf25 syukron ... salam hangat dari penulis