Langsung ke konten utama

Aku dan Hujan


Aku dan Hujan
Butiran demi butiran bening itu masih meluncur membasahi bumi pertiwi, dan entah kenapa duniaku seakan teralihkan dengan kehadirannya yang kadang tak terduga, aku bahkan rela menanggalkan semua jenis kegiatanku yang sungu sangat melelahkan demi mengamati setiap rintikan demi rintikan yang membuatku merasa tenang.

Yah, aku sangat menyukai Hujan..
Bagiku hujan tak hanya memberikan ketenangan, tapi hujan mampu menyamarkan tangisan. Hingga aku pun tak perlu bersusah payah untuk menyembunyikan. Andaikan memungkinkan ku ingingin menari bersama hujan, tertawa riang tanpa mempedulikan apa kata orang-orang. Dan sejenak mengabaikan kisah pilu yang selama ini aku pendam. Sesaat melupakan dunia yang menyeramkan bersama kerasnya kenyataan yang harus ku hadang sendirian

Aku hanya ingin bermain dengan hujan
Layaknya seorang anak perempuan yang tak punya beban. Hingga akhirnya aku benar-benar bisa melupakan kenangan menyakitkan yang masih besarang dalam ingatan. Sunggu aku bosan bersembunyi dalam ketakutan, aku bosan menanyakan KENAPA HARAPANKU TAK PERNAH SEJALAN DENGAN KENYATAAN. Bukan berkeluh kesah dengan keadaan aku hanya tak sanggup lagi tertawa di balik tangisan yang berusaha aku tahan.
Bersama hujan banyak cerita yang tertuang dalam lembaran hidupku yang menyedihkan namun semu kebahagiaan.............

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Secangkir Kopi Tubruk untuk Ayah

SECANGKIR KOPI TUBRUK UNTUK AYAH   Aku masih menatap awan yang mulai meredup sendu, perlahan demi perlahan berubah warna menjadi kelabu.   Alam seakan mengisyaratkan isi hatiku.   Hatiku yang dipenuhi oleh luka yang bergemuru. Saat air mata menetes membasai pipiku, seketika itu pula hujan mendarat menyamarkan dan melebur dengan tangisanku. Aku tidak peduli meski kini hujan telah menguyur sekujur   tubuhku dan membiarkan dingin melemahkan pertahananku. Langkahku semakin lunglai menelusuri setepak jalan yang aku sendiri nggak tahu kemana aku akan pergi. Sepinya jalanan dari   kendaraan   maupun orang yang lalu lalang membuatku bertanya-tanya. Akankah ada yang menolongku dari kehampaan ini ?? akankah ada yang melepaskanku dari luka dan rasa takut yang menjeratku selama ini ?? aku ingin melepaskan diri, berlari sejauh mana kaki ini membawaku pergi. Aku ingin pergi, menjauh dari pelampiasan semua kekesalan ayah. Aku ingin pergi agar terbebas dari ...

Pergilah...

Waktu bergulir tanpa henti Dan aku masih di sini Bersama bayangmu yang selalu menghampiri Sendiri Bagaimana aku bisa pergi  Mencari hati yang kau curi  Waktu bergulir tanpa henti Aku tak ingin seperti ini Menanti dirimu kan kembali Menanti dirimu yang tidak pasti Waktu bergulir tanpa henti Pantaskah aku menyebut namamu lagi Yang tak pernah bisa memahami Aku yang terluka ini Ku mohon cukup sampai di sini Bawa pergi buayan palsu yang pernah kau beri Karena aku tak ingin tersakiti lagi.

DIAM

Diam   Dalam diam, aku menyapa bersama hangatnya suka cita Dengan diam, bukan berarti aku tak punya kepekaan rasa Aku juga ingin berbaur dengan dunia Tapi sungguh, aku tak mampu mengungkapkannya Atau hanya sekedar angkat bicara   Kebungkaman ku terkadang membuatku tersiksa Karena diamku, aku merasa tak punya siapa-siapa Berbagi cerita, entah kepada siapa??   Ingin rasanya aku teriak sekeras yang aku bisa Menunjukan jati diri ini yang sebenarnya Bukan manusia dingin seperti yang selama ini kamu kira   Aku juga   ingin seperti mereka Yang bisa berbagi ceria, menghapus luka dan tertawa bersama Tapi nyatanya ?? Aku masih membeku dalam jeratan hampa Membisu dalam diam yang membuatku tak berdaya   By. Lili Fitriani Hafid