Langsung ke konten utama

KEMULIAAN WANITA YANG BERUSAHA DIRAMPAS OLEH CENDIKIA

  • IMMawati Lili Fitriani Hafid

Di era milineal ini tidak jarang kita dapati gejolak yang seolah menggadaikan nilai dan harga diri wanita.  Dan yang lebih miris lagi ketika kita sadar bahwa yang diperlakukan demikian itu adalah saudara seiman kita.  

Perlu kita pikirkan dan amati, sekarang ini khususnya di Indonesia, begitu banyak ajang-ajang pencarian bakat bahkan berlebel pencarian Putri Indonesia yang katanya tidak hanya cantik paras,  gestur maupun postur tapi juga harus cerdas dan berbakat tapi bagi saya semua itu hanya spekulasi saja.  Ini semakin nihil, ketika wanita-wanita yang mengikuti seleksi tersebut tidak sadar bahwa ternyata mereka telah dimanfaatkan menjadi barang dagangan murah dalam arena pameran bagi para lelaki hidung belang.  Salah kah jika saya mengatakan hal yang demikian??  Tidak bukan??  

Sekali lagi coba perhatikan, apa yang dilakukan para finalis putri Indonesia di atas CATWALK?  bukan kah mereka bersolek ria,  bejalan dengan melenggak-lenggok, berpakaiyan super minim, tipis dan ketat. Apa inisiasi oleh pencetus program tersebut yang kita ketahui sendiri didirikan oleh orang-orang cendikiawan tapi senantiasa menuruti hawanafsunya.  Sungguh tidak ada alasan lain kecuali ingin mendapatkan keuntungan sekaligus memuaskan nafsu bejatnya.  Menurut saya mereka pantas di cap sebagai musuh-musuh islam, bahkan musuh-musuh manusia masa kini. Mereka adalah orang-orang munafik yang berpenyakit hatinya,  jengkel melihat kemuliaan, keluhuran nilai dan keterpeliharaan muslimah dalam naungan islam. Karena musuh-musuh orang islam itu, baik orang kafir maupun munafik menghendaki agar wanita menjadi  DESTROYER INSTRUMEN (alat perusak) dan prangkap yang dapat mereka gunakan untuk menjaring manusia-manusia lemah iman dan penurut hawa nafsu yang tak terkendali. 

Masih kah wanita sekarang apatis dengan fakta tersebut. Dan seolah-olah korbannya tidak sedikit pun merasa dirugikan malah merasa bangga dengan iming-iming kepopuleran.  Sampai kapan wanita mau dibodohkan oleh penurut keinginan Syaitan laknat yang menjadikannya barang dagangan. Dan bukan hanya itu saja berbagai pihak seolah bersikeras agar wanita keluar rumahnya untuk menjadi mitra lelaki untuk mendampingi dalam bisnis mereka. Oleh sebab tindakan yang salah semacam ini menjadikan laki-laki  yang sudah berkeluarga mempekerjakan wanita yang bukan mahramnya untuk mengurus anak-anaknya, rumah tangganya hingga tak dipungkiri memicu munculnya berbagai kericuan,  kekejian atau pun kejahatan. Dan masih banyak kejanggalan-kejanggalan yang sudah menjadi rahasia umum.  Di mana masyarakat awam melihat semua itu adalah suatu kewajaran.  Tapi tentu tidak jika dilihat oleh perspektif IMMawati yang tentu tahu tentang batasan dan bagaimana seharusnya wanita itu bersikap dengan tidak menggadaikan Iffanya,  apalagi jika ia seorang muslimah atau dengan kata lain perempuan yang beragama islam. 

Sebagai kader Muhammadiyah khususnya immawati patutlah dan sangat layak mengatvokasi persoalan ini.  Mengingatkan saudara sesama muslimah untuk senantiasa menjaga kesucian diri.  Meski harus mengorbankan bayaran yang fantastis. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Secangkir Kopi Tubruk untuk Ayah

SECANGKIR KOPI TUBRUK UNTUK AYAH   Aku masih menatap awan yang mulai meredup sendu, perlahan demi perlahan berubah warna menjadi kelabu.   Alam seakan mengisyaratkan isi hatiku.   Hatiku yang dipenuhi oleh luka yang bergemuru. Saat air mata menetes membasai pipiku, seketika itu pula hujan mendarat menyamarkan dan melebur dengan tangisanku. Aku tidak peduli meski kini hujan telah menguyur sekujur   tubuhku dan membiarkan dingin melemahkan pertahananku. Langkahku semakin lunglai menelusuri setepak jalan yang aku sendiri nggak tahu kemana aku akan pergi. Sepinya jalanan dari   kendaraan   maupun orang yang lalu lalang membuatku bertanya-tanya. Akankah ada yang menolongku dari kehampaan ini ?? akankah ada yang melepaskanku dari luka dan rasa takut yang menjeratku selama ini ?? aku ingin melepaskan diri, berlari sejauh mana kaki ini membawaku pergi. Aku ingin pergi, menjauh dari pelampiasan semua kekesalan ayah. Aku ingin pergi agar terbebas dari ...

Pergilah...

Waktu bergulir tanpa henti Dan aku masih di sini Bersama bayangmu yang selalu menghampiri Sendiri Bagaimana aku bisa pergi  Mencari hati yang kau curi  Waktu bergulir tanpa henti Aku tak ingin seperti ini Menanti dirimu kan kembali Menanti dirimu yang tidak pasti Waktu bergulir tanpa henti Pantaskah aku menyebut namamu lagi Yang tak pernah bisa memahami Aku yang terluka ini Ku mohon cukup sampai di sini Bawa pergi buayan palsu yang pernah kau beri Karena aku tak ingin tersakiti lagi.

DIAM

Diam   Dalam diam, aku menyapa bersama hangatnya suka cita Dengan diam, bukan berarti aku tak punya kepekaan rasa Aku juga ingin berbaur dengan dunia Tapi sungguh, aku tak mampu mengungkapkannya Atau hanya sekedar angkat bicara   Kebungkaman ku terkadang membuatku tersiksa Karena diamku, aku merasa tak punya siapa-siapa Berbagi cerita, entah kepada siapa??   Ingin rasanya aku teriak sekeras yang aku bisa Menunjukan jati diri ini yang sebenarnya Bukan manusia dingin seperti yang selama ini kamu kira   Aku juga   ingin seperti mereka Yang bisa berbagi ceria, menghapus luka dan tertawa bersama Tapi nyatanya ?? Aku masih membeku dalam jeratan hampa Membisu dalam diam yang membuatku tak berdaya   By. Lili Fitriani Hafid