Langsung ke konten utama

Dear Kk 🎀

Perihal rasa
aku pun bukan ahlinya
Si kerdil yang menjelma
Seolah ia ahlinya merangkai kata
Aksara mengangkasa
Meski aku pernah menikam rasa
Menjadi kejam terpaksa membunuhnya
Kembali aku menulis senja
Meski hampa lara
Mungkin kah lepas dari tipu daya
Aku tiada kuasa

Aku hanya penulis biasa
Yang mencoba
Merangkai kisa bahagia
Ingin kah kau membantuku menyelesaikan cerita
Bersama..kita akan membacanya dihari tua
Jika tidak... Berlalu saja
 Akan ku bingkiskan sebait puisi gunda
Yah aku mendamba
Tapi tak sudi menjadi yang kedua
Atau salah satu dari mereka
Bisakah hanya satu-satunya
Ku harap Iya
Tutup pintu kecewa
Sungguh aku lelah

By.Lifid

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Secangkir Kopi Tubruk untuk Ayah

SECANGKIR KOPI TUBRUK UNTUK AYAH   Aku masih menatap awan yang mulai meredup sendu, perlahan demi perlahan berubah warna menjadi kelabu.   Alam seakan mengisyaratkan isi hatiku.   Hatiku yang dipenuhi oleh luka yang bergemuru. Saat air mata menetes membasai pipiku, seketika itu pula hujan mendarat menyamarkan dan melebur dengan tangisanku. Aku tidak peduli meski kini hujan telah menguyur sekujur   tubuhku dan membiarkan dingin melemahkan pertahananku. Langkahku semakin lunglai menelusuri setepak jalan yang aku sendiri nggak tahu kemana aku akan pergi. Sepinya jalanan dari   kendaraan   maupun orang yang lalu lalang membuatku bertanya-tanya. Akankah ada yang menolongku dari kehampaan ini ?? akankah ada yang melepaskanku dari luka dan rasa takut yang menjeratku selama ini ?? aku ingin melepaskan diri, berlari sejauh mana kaki ini membawaku pergi. Aku ingin pergi, menjauh dari pelampiasan semua kekesalan ayah. Aku ingin pergi agar terbebas dari ...

Pergilah...

Waktu bergulir tanpa henti Dan aku masih di sini Bersama bayangmu yang selalu menghampiri Sendiri Bagaimana aku bisa pergi  Mencari hati yang kau curi  Waktu bergulir tanpa henti Aku tak ingin seperti ini Menanti dirimu kan kembali Menanti dirimu yang tidak pasti Waktu bergulir tanpa henti Pantaskah aku menyebut namamu lagi Yang tak pernah bisa memahami Aku yang terluka ini Ku mohon cukup sampai di sini Bawa pergi buayan palsu yang pernah kau beri Karena aku tak ingin tersakiti lagi.

Maafkan Aku yang Lalai Menjaga hati

Maaf kan aku yang lalai menjaga hati Sungguh, aku malu pada Hijabku Terlebih aku malu pada Rabbku. ku harap ku bisa menepiskan rasa ini Maaf kan aku yang lalai menjaga hati Yang telah lancang membiarkan cinta ini bersemi Yang telah lancang menjatuhkan hati padanya yg belum tentu bisa ku miliki Maaf kan Hambamu ini Duhai Illahi Rabbi Maafkan aku yang lalai menjaga hati Izinkan aku menyapanya dalam doa yang ku panjatkan di kala waktu Duha menghampiri Tanpa harus menyimpannya dalam hati yang membuat Cintaku pada Mu terbagi  Izinkan aku melupakannya hingga tiba waktunya Engkau menyatukan kami Dalam Ikatan Yang Engkau Ridhohi Lili Fitriani Hafid